[Mungkin] Kitalah Tsa’labah!

mustadiSeorang sahabat Nabi yang amat miskin datang pada Nabi sambil mengadukan tekanan¬† ekonomi yg dialaminya. Tsa’labah, nama sahabat tersebut, memohon Nabi untuk berdo’a supaya Allah memberikan rezeki yang banyak kepadanya. Semula Nabi menolak permintaan tersebut sambil menasehati Tsa’labah agar meniru kehidupan Nabi saja. Namun Tsa’labah terus mendesak. Kali ini dia mengemukakan argumen yang sampai kini masih sering kita dengar, “Ya Rasul, bukankah kalau Allah memberikan kekayaan kepadaku, maka aku dapat memberikan kepada setiap orang haknya?”

Continue reading “[Mungkin] Kitalah Tsa’labah!”

Jokowi menyambut Reuni Kasmaji

dari VH Gadjahmada (Kasmaji 84)

.
Rekan-rekan alumni,
Beberapa waktu yang lalu kami menginformasikan kepada Pak Jokowi, bahwa alumni SMA Negeri 1 Solo yang terdiri dari beberapa angkatan akan mengadakan Reuni di kota Solo, bersamaan dengan datangnya Hari Raya Idul Fitri 1430 H ini. Untuk itu kami memohon kepada beliau untuk berkenan memberikan sambutan kepada rekan-rekan alumni yang melangsungkan acara Reuni tersebut, maupun kepada rekan-rekan alumni yang ‘mudik’ ke kota Solo. Dan akhirnya, hari ini beliau berkenan mengirimkan kata-kata sambutannya, yang dikirimkan melalui email kepada saya. Terima kasih kami haturkan kepada Pak Jokowi, atas kesediaannya…!
Continue reading “Jokowi menyambut Reuni Kasmaji”

Kembali Fitri

Kita telah memasuki hari-hari terakhir bulan Ramadhan. Tidak terasa, sebentar lagi Idul Fitri akan segera tiba. Semua orang bergembira menyambut datangnya Hari Raya dan kebahagiaan bersilaturahmi bersama sanak keluarga.
Ada doa yang sering kita ucapkan menjelang Idul Fitri ini yakni “Semoga kita kembali kepada fitrah.” Apakah sebenarnya fitrah itu? Apakah kembali fitrah adalah seperti bayi yang dilahirkan kembali dan suci dari dosa?
Dalam Surat Ar-Ruum (30) ayat 30 Allah berfirman:
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”
Jika kita perhatikan ada beberapa kata-kata fitrah di sana. Pertama menyebutkan adanya fitrah Allah di mana manusia diciptakan menurut fitrah itu. Dalam bahasa yang sederhana, secara kodratnya manusia rindu kepada Tuhan, dan rindu untuk menemukan agama yang lurus. Agar bisa menemukan fitrah tadi, maka manusia perlu berjuang yang kemudian atas izin Allah akan dikenalkan kepada fitrah diri manusia tersebut.
Seseorang yang kembali kepada fitrahnya sejatinya adalah orang yang menemukan tugas hidupnya, untuk apa dia diciptakan. Itulah ketetapan Allah yang tidak pernah berubah dari dulu sampai sekarang, dan itulah agama yang lurus. Orang yang mengikuti fitrahnya akan berjalan dengan kehendak Allah dan melakukan apa-apa yang memang diharapkan dari dirinya, bukan melakukan hal yang lain.
Dalam ayat yang lain Surat Al-A’raf (7) ayat 172 Allah berfirman:
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”
Ayat di atas mengindikasikan ada suatu masa di mana jiwa-jiwa manusia telah bersaksi di hadapan Allah. Bersaksi bahwa mereka mengakui keesaan Allah dan mengakui tugas yang akan diembannya. Namun setelah sampai di dunia, kebanyakan manusia lupa dengan perjanjian tersebut. Untuk itulah kita perlu senantiasa memperbaiki diri agar secara perlahan Allah mengenalkan kembali apa yang pernah diperjanjikan. Sungguh beruntung orang yang bisa mengenali kembali tugas dirinya dan beramal sesuai bidangnya.
Dan menjelang Idul Fitri tahun ini, marilah sama-sama kita merenungi kembali sudah sejauh mana kerinduan kepada Tuhan. Sudah sampai dimana kecintaan kita untuk berbakti dan melakukan apa-apa yang disukai oleh Allah. Sampai di mana kita berjuang untuk mulai mengidentifikasi diri dan mengenal apa-apa yang dimudahkan untuk kita.
Semoga Allah memberikan kebaikan yang banyak di akhir Ramadhan ini, dan kita bisa termasuk orang-orang yang akan kembali kepada fitrahnya, menuju agama yang lurus, jalan para Nabi dan orang-orang yang dicintai Allah.
Selamat Idul Fitri 1430 H, Taqaballahu Minna Waminkum, Semoga Allah menerima Ibadah kami dan Anda semua.Mohon maaf lahir dan bathin.

mustadioleh Mustadihisyam

Kita telah memasuki hari-hari terakhir bulan Ramadhan. Tidak terasa, sebentar lagi Idul Fitri akan segera tiba. Semua orang bergembira menyambut datangnya kembali  hari raya dan kebahagiaan bersilaturahmi bersama sanak keluarga.

Ada doa yang sering kita ucapkan menjelang Idul Fitri ini yakni “Semoga kita kembali kepada fitrah.” Apakah sebenarnya fitrah itu? Apakah kembali fitrah adalah seperti bayi yang dilahirkan kembali dan suci dari dosa?

Continue reading “Kembali Fitri”