Sumpah Abimanyu

mama iraOleh Ira Sumarah Hartati Kusumastuti (eks IPA2)

Prabu Matsywapati raja Wirata, tidak menyangka ternyata para abdi dalem yang menyelamatkan kerajaannya dari pemberontakan Trigarta dan patih Kicakarupa adalah para ksatria Pandawa yang masih tergolong cucu-2nya. Rasa terimakasih sang raja ingin di wujudkan dengan menjodohkan putrinya yang cantik Dewi Utari, dengan salah seorang keluarga Pandawa, boleh para ksatria Pandawa atau anak-anaknya. Untuk mendapatkan calon yang tepat, Matsywapati meminta pertimbangan Prabu Kresna. Read More

Wahyu Cakraningrat

mama iraOleh Ira Sumarah Hartati Kusumastuti 

Paras Ratu Banowati memucat saat prabu Duryudana bersabda, bahwa dia menerima kehamilan Banowati dengan keragu-raguan. Kecemburuannya pada kemesraan Banowati dengan Arjuna, membuatnya mengeluarkan supata : “Diajeng ratuku, camkan ini! Aku tidak mendahului kehendak Hyang Tunggal, tapi perhatikan kata-kataku… jika bayimu kelak lahir sebagai seorang putri, maka itu adalah anak Arjuna pacar gelapmu, dan bayi itu akan langsung aku bunuh. Tapi, kalau bayimu lahir sebagai anak laki-laki, maka dia adalah buah cinta kasih kita dan aku akan mengasihinya serta menjadikannya sebagai Putra Mahkota Hastinapura.” Read More

Dursala Perlaya

mama iraOleh Ira Sumarah Hartati Kusumastuti

Suara gonggongan anjing dan ringkik kuda yang bersahut-sahutan di Hastinapura seakan berlomba-lomba dengan gelak tawa ksatria tinggi besar yang sedang mabuk-mabukkan dengan paman-pamannya…Ksatria itu bernama Dursala.

Dursala adalah putera Dursasana dengan Dewi Saltani. Seperti ayahnya,Dursala juga kurang memperhatikan sopan santun.Sering bertindak sewenang-wenang terhadap orang yang lebih lemah dan selalu menang sendiri.Sikap tidak terpuji ini sudah muncul sejak ia masih kecil,dan makin menjadi setelah ia dewasa,karena ayahnya bukannya menegur,tapi justru seolah-olah menyuruh.Walaupun pada dirinya melekat sifat-sifat buruk itu,Dursala tergolong tekun dalam menuntut ilmu kesaktian. Ia pernah berguru pada Begawan Pisyaca,seorang pendeta berujud raksasa,yang memberinya ilmu Aji Kundala Geni (Aji Gineng) yang akan meremukkan batu yang di hantam, dia juga berguru pada Begawan Durna dan berlatih menggunakan gada dengan Baladewa. Saat pangeran muda ini sedang mabuk-2an datanglah Sengkuni menyampaikan pesan Duryudana .. Read More

Abimanyu dan Siti Sendari

mama iraOleh Ira Sumarah Hartati Kusumastuti 

Senja temaram di taman Madukara. Limbuk, Cangik dan para Punakawan sedang bersenda gurau membicarakan suasana menjelang pernikahan Abimanyu dan Dewi Siti Sendari.

Limbuk : “Mak, sebenarnya itu ada apa, to ? Jeng Ayu Siti Sendari itu kalau disandingkan dengan Raden Abimanyu ya sudah jebles cuocook banget ya Mak, yang satu cantik satunya lagi bagus…kenapa mau dibatalkan?”

Cangik : “Mbuh Nduk, dengar-dengar sih, Prabu Baladewa yang minta pembatalan ini, karena Raden Lesmana Mandrakumara Pangeran Pati Hastinapura, pengin meminang Dewi Siti Sendari…”

Limbuk : “Lah gimana to? Mau meminang putri cantik kok naksir tunangan orang, khan masih banyak yang bebas… lha aku juga masih bebas to Mak…” Read More

Keteguhan hati Dursilawati

mama iraOleh Ira Sumarah Hartati Kusumastuti 

Mendung di Hastinaputra menggelayut menghantarkan hawa dingin yang menggigit tulang. Prabu Suyudana masgul hatinya, adik perempuan satu-satunya –Dewi Dursilawati– raib dari keputren, dipanggilnya Adipati Karna untuk membantu mencari sang putri.

Suyudana : “Kakang Karna, bawalah pasukan secukupnya. Dursilawati harus segera diketemukan, saya telah mempertunangkan adik saya itu dengan Jayadrata, Adipati Banakeling agar kesetiaan Jayadrata pada kerajaan kita makin kuat.”

Karna : “Sendika dhawuh, Sinuwun.”

Dalam pencarian itu rombongan Karna berpapasan dengan Kala Bancuring, Kala Mingkalpa dan Kala Pralemba sebagai utusan Prabu Kurandageni dari Tirtakadasar. Mereka berminat pada Dursilawati. Karena ngotot akan nglurug ke Astina maka terjadilah perkelahian dengan kekalahan pada utusan Kurandageni. Read More