Morning Greetings

Kalau sedang longgar saya biasanya mengirim salam selamat pagi ke grup-grup WhatsApp Kasmaji81 dengan memilih foto dan menambahkan quote yang saya suka. Biasanya tentang semangat jiwa muda, persahabatan, atau wise quote lainnya (bukan quote dari saya sih  … paling ngutip di internet).

*saya ini apalah-apalah, cuma remah2 tepung fried chicken KW šŸ˜€

Sebenarnya bukan sesuatu yang istimewa, karena sekadar menambah beberapa kata di atas foto dan… kirim. Hanya saja, saya merasa lebih marem karena unik, bukan broadcast atau kopipas dari tetangga, seperti umumnya yang dibroadcast atau diforward teman-teman. Dan tentu nggak ada kembarannya di internet, meskipun  hanya relevan dikirim terbatas di komunitas pertemanan Kasmaji81.

Continue reading “Morning Greetings”

Hari Guru Nasional 2017

Hari ini, 25 November, diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Hari Guru sebenarnya sudah mulai tercetus sejak beberapa bulan Indonesia merdeka. Saat itu para guru mengadakan sebuah kongres yang menjadi tempat untuk mereka berkumpul dan berjuang demi kemajuan pendidikan di Indonesia. Para guru yang bergabung dengan kongres tersebut pun akhirnya memilih sebuah nama, yakni Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Pendirian PGRI pada tanggal 25 November 1945 itulah yang kemudian pada tahun 1994 diresmikan dan diperingati sebagai Hari Guru Nasional dengan Kepres No.78 Tahun 1994 dan juga diperbarui dengan UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Continue reading “Hari Guru Nasional 2017”

Kartini santri Kyai Sholeh Darat

Kiriman: Ira Sumarah

SETIAP tanggal 21 April bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini. Peringatan yang merujuk pada lahirnya Raden Ajeng Kartini, 21 April 1879. Kartini hidup pada zaman ketika kekuatan budaya masyarakat sangat permisif memandang perempuan. Zaman ketika budaya feodalisme dan patriaki masih dijunjung tinggi di bumi Nusantara. Zaman ketika perempuan harus menanggung ā€œdouble colonisationā€ (Kirsten Holst Petersen & Anna Rutherford, Beginning Postcolonialism, 2008). Penjajahan dari bangsa asing dan penjajahan dari bangsa sendiri yakni budaya patriaki.

Continue reading “Kartini santri Kyai Sholeh Darat”