Kopdar di kediaman Mas Koko-Vita

Tulisan : Ira P Djojokusumo
Foto-foto dari halaman facebook Nunik 

Alhamdullillah, acara temu kangen Kasmaji 81 di rumah rekan Vita dan mas Koko, Minggu 29 Januari 2012, telah berjalan dengan hangat, guyub, menyenangkan, mengenyangkan, dan penuh keakraban.

Kehadiran Chef Faris berdampingan dengan rekan Retno dari Jogja, yang menginap di dalem Vita, benar-benar membawa warna tersendiri. Adalah rekan Nunik yang selalu kaya inisiatif yang langsung woro-woro membentuk team penyambutan bersama Gandung Winarto, Harti dan Tuty Daryono. mereka menikmati suasana malam mingguan di Warung Solo Kemang, sayang aku ngga bisa gabung karena masih nunggu empuknya tengkleng kambing.

Hari Minggu 29 Januari 2012, setelah tengkleng dan sup ikan kuah talasku matang, aku meluncur ke dalem Vita sekitar jam 10an, sampai di sana masih jam 10.30, selain Faris dan Retno yang menginap disana, aku termasuk yang pertama datang… hehehe.

Dalem mas Koko dan Vita yang asri di Poltangan no 109, benar-2 menyejukkan, kami bersantai sejenak di beranda belakang sambil menunggu teman-2 lain. Tak lama kemudian datanglah teman-teman kita Koesworo sekalian, Budhianto sekalian + putri tunggalnya, Dien Soebandrio, Sugeng, Sulistini, Merry, Haryanti, Sudarminto Indartoro, Agustin Candrawati, Didiet Priatmaji sekalian, Nunik sekalian, Banu sekalian, Sigit Ruswanto, Imam Subarkah dan kejutan dari Bandung Den Bagus Bambang Soesetyo.

Kami bercanda sambil kembul bujono androwino, menikmati masakan Faris, Bakso, Tumpang jangkep, urap, bacem tahu tempe, aneka gereh, ayam kremes… hhhmm yummy, ditambah jos nya bir pletok yang menghangatkan dan mampu mengusir masuk anginnya Jeng Rora. Wisata kuliner teman-teman masih diterus- kan dengan menikmati tengkleng kambing dan sup ikan gurami kuah talas buatanku. ‘

Setelah selesai Kembul Bujana Andrawina, kami mengumbar narcis dengan foto-foto di beranda dan di dalam rumah… wah heboh dan gegap gempita (nuwun sewu mas Koko, bisa dibayangkan bagaimana tingkah kami 33th lalu, kalau sekarang umur 50th saja begitu heboh, hehehe). Sesi foto bersama selesai, kemudian kami berembug di ruang keluarga untuk berbagai hal menyangkut komunitas kita tercinta Kasmaji 81.

Dari hasil rembugan tersebut point penting yang kita sepakati bersama a.l (Koesworo, Banu, Candra, Nunik tolong dilengkapi kalau ada yang kesingsal) : Kami setuju untuk membantu rekan Agus Jebreng Purwanto yang terkena musibah sakit Stroke melalui tali asih rutin bulanan melalui Ibunda rekan Agus. Mengenai berapa kepantasannya, monggo diatur bersama mengikuti azas kepatutan dengan tetap memperhitungkan kemampuan kas kita.

Karena beberapa periode ini rekan Udi Maadi belum bisa aktif, kadang untuk pengambilan keputusan menyangkut beberapa kegiatan ataupun kesepakatan terpaksa berputar-putar menunggu siapa yang bisa gedog palu. Dengan tidak bermaksud membuat komunitas kita menjadi kaku dalam organisasi yang oleh Nunik dikhawatirkan malah membentuk “Partai” baru… hehehe… kita sepakat, menunjuk dan memaksa rekan Banu Wimbadi sebagai koordinator kita, untuk gedog palu terakhir biar para bendahara ngga bingung antara transfer atau tidak dalam berbagai kegiatan.

Acara kumpul-kumpul Korwil Jabodetabek + Bandung walaupun tidak serutin Korwil Solo-Jogja-Jateng (karena ada arisan) kami upayakan dapat berjalan 3 atau 4 bulan sekali dengan bergantian siapa yang bersedia menyediakan tempat pertemuan. Mas Koko yang kami mintai sambutan selaku tuan rumah, secara arif menyambut baik keakraban dan kehangatan pertemanan kita.

Secara khusus beliau melihat organisasi kita ini serupa PAGUYUBAN, untuk itu suasana GUYUB, IKHLAS dan RUKUN selayaknya menjadi tali pengikat komunitas kita ini. Tidak penting struktur organisasinya, asalkan ada yang mampu mengkoordinasi-kan dengan baik, ikhlas demi kepentingan bersama, itu yang lebih penting. Apa yang disampai-kan Mas Kokonya Vita ini pas sekali dengan suasana kita, dan ini menjadi penutupan pertemuan yang sangat berkesan.

Sebagai komitmen terhadap apa yang kami rancang bersama, kami melakukan “bantingan” untuk menambah kas kita. Alhamdullillah terkumpul Rp 1,900,000 yang akan ditransfer Agustin Candrawati besuk ke rekening rekan bendahara kita Jeng Twoetty.

Ternyata acara masih berlanjut, karena kemudian rekan Bantrang, Untiek dan Tuty Daryono sekalian, menyusul hadir menyemarakkan suasana. Kembali kami bernarsis ria photo-2 bersama mulai dari gaya formal sampai gaya gila… hehehe ojo nganti ngeling-eling umur 50… rugi lah, yao.

Rasan-rasan bersama sepertinya 3 atau 4 bulan yang akan datang kopdar bisa bergeser ke Bandung Raya… bisa di rumah Dewi WDREW atau di rumah LIES… wis yang manapun OK saja tinggal diatur waktunya. Hanya berdasarkan pengalaman kalau pas liburan panjang Bandung macetnya masyaAllah melebihi Jakarta. Sekian laporan pandangan mata reporter anda, semoga bisa menjadi pengobat penasaran buat yang belum sempat hadir.

buat teman-teman yang belum bisa bergabung ini dia resepku untuk membuat tengkleng kambing :
 
 Bumbu Uleg : Bawang merah-putih, jahe, sereh (ambil putihnya saja), kunyit, lengkuas, ketumbar, mrica, adas manis, kapulaga, cabe merah kriting, bubuk pala, kemiri, garam. Bumbu pelengkap : kayu manis, pekak, daun kunyit, daun jeruk, cabe rawit utuh. 
Cara Memasak : Rebus Kelapa Kambing/iga kambing/tulang-2 sumsum kambing pakai jahe keprek dan garam saja sampai air mendidih. Matikan api biarkan 30 menit, buang airnya (tiriskan daging kambingnya). Ini penting untuk mengurangi kolestrol dan membuang bau prengusnya. Rebus air kira-2 sebatas mampu membuat daging kambing tersebut semuanya terendam sempurna (tapi daging kambingnya jangan dimasukkan dulu). 
Masukkan bumbu uleg dan bumbu pelengkap, cicipi sampai rasanya pas (asin dan gurihnya. Untuk mendapatkan rasa gurih berikan gula pasir sedikit, +/- 1 sdk teh) Setelah air rebusan bumbu mendidih, masukkan daging kambingnya, kecilkan apinya, tutup rapat-2 pancinya jangan dibuka-buka +/- 1 jam. Setelah 1 jam test keempukan kambingnya, kalau kurang empuk tambahkan air panas (tidak boleh air dingin) tambahkan rasanya (garam + gula) tutup lagi rapat-rapat sekitar 1 jam.
 
OK Tengkleng sudah mateng…. silahkan dicoba. 

2 Replies to “Kopdar di kediaman Mas Koko-Vita”

Leave a Reply to Nuni Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *