Edy Meiyanto menangkan RSKA 2014

4247-dosen-ugm-kombinasikan-3-senyawa-kurkumin-untuk-anti-kanker

Dosen Fakultas Farmasi UGM Prof. Dr. Edy Meiyanto, Apt., M.Si., terpilih sebagai pemenang pertama kategori penelitian terbaik dalam kompetisi Ristek-Kalbe Science Award (RSKA) di bidang life sciences dan teknologi bidang kesehatan. Penghargaan berhasil diperolehnya setelah sebelumnya berhasil masuk 10 finalis menyisihkan 176 peneliti dari berbagai lembaga di Indonesia. Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta, Minggu, 14 September 2014 kemarin di Jakarta.

Edy Meiyanto berhasil meraih penghargaan dengan mengajukan hasil penelitian tentang analog kurkumin sebagai agen anti kanker kombinasi yang efektif. Sejak tahun 2001 silam ia bersama tim di Cancer Cemoprevention Research Center (CCRC) Fakultas Farmasi memanfaatkan tiga senyawa hasil pengembangan penelitian di Fakultas Farmasi UGM sebagai agen anti kanker. Adalah senyawa kurkumin yang terkandung dalam kunyit dikombinasikan dengan Penta Gama Vunon-0 (PGV-0) dan Penta Gama Vunon-1(PGV-1). Sebelumnya ketiga senyawa tersebut telah dikembangkan oleh para peneliti di Fakultas Farmasi UGM sebagai agen anti inflamasi yang terbukti efektif menekan peradangan.

Dari penelitian yang dilakukan pada jaringan yang terkena kanker payudara positif HER-2 diketahui kombinasi ketiga senyawa tersebut mampu menekan pertumbuhan sel kanker hingga 80-95 persen. Seperti diketahui kurkumin memiliki sifat sebagai agen anti kanker. Sementara PGV-0 yang merupakan senyawa hasil modifikasi kurkumin bisa menghambat perkembangan sel kanker. Sedangkan PGV-1 memiliki potensi untuk memacu sinyal pertumbuhan sel.

“Dari uji coba in-vitro (skala laboratorium) hasilnya kombinasi ketiga senyawa tersebut efektif membunuh sel kanker. Di satu sisi senyawa potensial sebagai eksekutor kematian sel kanker, sementara di sisi lainnya senyawa yang lain memacu sinyal pertumbuhan,” paparnya saat di temui di ruang kerjanya di CCRC Fakultas Farmasi UGM, Jumat (19/9).

Kini, ia bersama peneliti di CCRC UGM tengah berupaya mengeksplorasi mekanisme agen anti kanker yang lebih pasti. Dilanjutkan dengan melakukan uji coba pada hewan. “Tak hanya itu ke depan juga akan dilakukan eksplorasi terhadap penyebaran sel kanker ke jaringan lain,” ungkapnya. (Humas UGM/Ika)

Artikel dikutip dari sini

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp chat