Hidup lebih sehat dan tertata

Tulisan : Ira P Djojokusumo

Mendapat kesempatan untuk bicara di depan sesama professional di negara lain, membawa rasa percaya diri dan kebanggaan tersendiri. Walaupun tidak semua bisa aku share disini, beberapa resume materiku mungkin bisa menjadi bahan renungan rekan-rekan untuk membuat rencana, bertindak dan melaksanakannya.

Pada conference mengenai Healthcare yang baru-baru ini aku ikuti, sebagian besar peserta conference memahami, dilemma penataan kesehatan di banyak negara dipengaruhi oleh dinamisnya kehidupan umat manusia yang membawa dampak tertentu :

  1. Modern Lifestyle, junk food, merokok, serba remote control, telah meningkatkan jumlah orang yang terkena obesitas > 30% dalam dasawarsa terakhir ini, yang berpotensi terhadap chronic diseases.
  2. Mutasi & Migrasi Virus / bacteria, seperti misalnya migrasi virus dari binatang ke manusia (H5N1 Flu Burung, Sars atau Severe Acute Respiratory Syndrome yang dicurigai migrasi dari serangga jenis kecoa, HIV/AIDS yang dicurigai migrasi dari virus monyet di Afrika) dan munculnya jenis virus baru sebagai akibat wajar proses mereka berevolusi atau menjadi mutant karena efek radiasi, telah mengakibatkan meningkatnya biaya penelitian obat yang akhirnya membuat biaya pengobatan secara umum menjadi lebih mahal.
  3. Bencana alam gempa, tsunami, angin topan dll memiliki dampak ketahanan finansial yang cukup signifikan, karena bencana tersebut :
    • Sulit dicegah, hanya bisa diantisipasi dengan timely warning
    • Memerlukan penanganan yang menyeluruh dan melibatkan persiapan matang seluruh komunitas di daerah bencana
    • Effective Response dari Authority Power (baca Pemerintah) agar tepat dan kena sasaran
  4. Pemanfaatan Modern Synergy Management, dimana sebagai individu kita memiliki pilihan untuk memanfaatkan pihak ke-3 yang lebih professional agar kenyamanan hidup yang lebih tertata. Misalnya : kalau kita berencana memiliki apartement atau mobil kita akan berpartner dengan perbankan atau leasing company. Sedangkan menata manfaat kehidupan kita seperti mengelola kesehatan, investasi atau perencanaan pendidikan anak, kita bisa memanfaatkan asuransi sebagai lembaga yang kredibel menangani dan memanage resiko.

If you want 1 year of prosperity, …Grow grain.
If you want 10 years of prosperity, …Grow trees.
If you want 100 years of prosperity,…Grow People.

Ungkapan bijak Confusius ini, rasanya tepat bagi setiap orang yang ingin menata masa depannya. Kalau targetnya hanya kepengin makmur 1 tahun saja ya bertanilah, panen beras akan mencukupi untuk siklus 1 tahunan. Ingin makmur 10th sebaiknya menanam pohon Jati Emas atau Durian Monthong, yang panenannya bisa sampai 10th. Ingin makmur sampai se abad, kita harus “menanam manusia” artinya apa? Menjadi entrepreneur yang bisa menciptakan lapangan kerja, dengan memelihara, mengembangkan serta meningkatkan kemampuan para karyawan secara terus menerus untuk memastikan produktifitas dari usaha tersebut.

Grow People mengandung arti bahwa pengusaha tersebut memiliki kemampuan dan kebijaksanaan untuk menyeimbangkan antara hak dan kewajiban karyawan tersebut. Di Indonesia hak karyawan dipayungi UU no 3 th 1992 tentang Jamsostek dan UU Ketenaga Kerjaan no 13/ 2003, tetapi apakah para pengusaha kita telah menerapkan hal ini secara baik, benar dan ikhlas? Wallahuallam.

Kita semua akan menjadi TUA, salah satu yang bisa mencegah kita menjadi tua hanyalah MATI MUDA. Menjadi TUA tidak bisa dihindari, menjadi TUA dan mulai terkena degenerative illness (diabetes, hipertensi, jantung, kolesterol, katarak) pasti akan terjadi, di luar kepatutan alam masih ada ancaman penyakit seperti cancer, infeksi virus dll. Apakah kita harus melow dan khawatir terus dengan kondisi ini?

Hidup harus terus berjalan, masih banyak yang bisa dikerjakan. Agar manfaat kehidupan kita di masa depan menjadi lebih baik dan berarti, semua harus di tata. Kita tidak bisa bersikap acuh dan hidup sendiri tanpa memanfaatkan fasilitas kehidupan modern yang sebenarnya bisa kita pilih untuk mempermudah hidup kita. Semua bisa ditata dan terintegrasi.

Caranya?  Jangan menutup diri terhadap penawaran institusi yang memang professional mampu membantu kita, lembaga keuangan Perbankan, Asuransi, Asset Management atau Consultant professional yang memang ahli di bidangnya. Namun juga jangan membabi buta menentukan pilihan, pahami sistemnya, kenali keuntungan dan kerugiannya setelah itu selektiflah.

Menata hidup lebih bermanfaat juga bisa kita lakukan dengan memperbaiki lifestyle kita

  1. Hidup lebih aktif, bangun lebih pagi, senam ringan sedikit kadang-kadang renang (ehm hobbyku), bersepeda atau jogging pilihlah mana yang disukai
  2. Lebih banyak air putih daripada minuman lain seperti kopi, the, coklat, softdrink apalagi alcohol
  3. Makan lebih banyak buah dan sayuran
  4. simpan saja remote control nya, matikan TV atau Computer dengan melangkahkan kaki.
  5.  Di waktu sela boleh saja makan snack atau kudapan ringan lain, tapi pilihlah yang sehat dan tidak mengandung banyak gula.

Saran lain yang tak kalah pentingnya : Seimbangkan dan selaraskan hidup kita. Jalin komunikasi yang sehat di tengah-tengah keluarga, bermesraan dengan suami atau istri wajib hukumnya itu kenikmatan luarbiasa yang diberikan Allah untuk kita (sah) nikmatilah, gunakan variasi serasa kita selalu menikmati kencan pertama dengan pasangan hidup kita, cintai dan dampingi anak cucu kita dengan keterbukaan, kebahagian dan pengertian, jalin kemitraan dan perluas jaringan pertemanan anda, kembangkan hidup yang ceria, optimis dan selalu positive thinking.

Salam sayang, cinta dan kasih, dari saudarimu, temanmu, mitramu.
Ira P Djojokusumo (RA Sumarah Hartati Kusumastuti)

6 Replies to “Hidup lebih sehat dan tertata”

  1. Artikel nya bagus yu Ira, mengingatkan pentingnya pola hidup sehat. Jadi ingat pepatah, health is everything, if you lost your health you lost everything. If you lost money you can still live. Ini lagi berlibur di kota Beijing ya?

  2. Matur nuwun Mbakyu, artikelnya sangat memotivasi. Aq jadi ingat pesan Pak Ustadz, sebetulnya tidak ada makanan yang harus dihindari, semuanya boleh, asalkan bisa dengan istiqomah/konsisten mengikuti dan mencontoh apa yang disabdakan Rosulullah, yaitu “makanlah kalau lapar dan berhentilah sebelum kenyang”, ini adalah prinsip diet yang diajarkan Rosul kita, dimana beliau selalu sehat, hampir dikatakan tidak pernah sakit. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan, amiiin

  3. @Bambang, ini di Stone wilayah Kun Ming Li Zhiang, di kaki gunung Himalaya, Subhanallah kisahnya daerah seluar 20 ha ini adalah dasar laut yang terangkat ke permukaan bumi makanya karang-2 lautnya menonjol bagaikan hutan batu. Ini napak tilas nenek moyang kita di wilayah Yunan namanya suku Naxi.
    @Pak dokter Udin, betul sekali Pak, bersyukurlah kita di kehidupan modern ini, karena pilihan makin beragam, pilihan untuk me manage makanan kita, kesehatan kita, bahkan sampai financial n other needs, klo kerepotan banyak pihak ketiga berupa institusi profesional yang bisa membantu.

  4. Sarujuk Mbakayu Ira, saat ini memang sudah komplit para konsultan dibidangnya masing2. Oleh karena itu dikumpulan Kasmaji ini diman anggotanya kita2 sendiri yang sudah berkepala 5 mungkin masih ada yang bingung untuk berinvestasi untuk kepentingan masa pensiunannya, siapa tahu ada anggota kita yang mumpuni dalam inves menginveskan, mungkin perlu dibagi pengalaman itu, disamping ngobrol yang membuat awet muda dan seneng terus, kareana selalu kepingkel-pingkel yen moco forum Kasmaji ini.

  5. Sorry Ir baru sempat buka blog….tulisannya sangat menginspirasi kita semua…sekaligus mengingatkan kita untuk hidup lebih teratur….Makasih ya. Om Zainudin bisa Japri ke aku Insya Alloh aku bantu berinvestasi yang baik….dan Insya Alloh barokah..Aamiin.

  6. he..he..he..maturnuwun Mbakyu Candra kebaikanhatinya insya Allah nanti tak Japri ke panjenengan, disamping itu kalau bisa dimuat di blog Kasmaji ini atau di forum Kasmaji Mbak, apa saja sih investasi yang aman dan barokah itu, nanti khan tergantung kemampuan kita sing- masing Mbak.

Leave a Reply to Agustin Candrawati Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *