Kel. Didiet: tour de Java

Keluarga Didiet Priatmadjie berangkat dari Jakarta Sabtu (27/12) pukul 07.30 dengan APV yang masih kempling kinyis-kinyis. Sekitar 17.30 sudah sampai Semarang (cukup lancar meski suasana liburan) dan njujug ke pondoknya kel. Yudi di Papandayan.

papandayan1

Setelah mandi dan makan malam, dengan pertimbangan jaga kondisi karena besok masih akan keliling Jateng, maka keluarga Didiet tidak diubeng-ubengke Semarang… cukup main game dan internetan di bengkelnya Yudi yang lokasinya di basement rumah (ck..ck.. koyo neng mall, yo? padahal asline kuwi garasi di bawah tanah, lho!).

sarapan seadanya

Sarapan cukup dengan nasi goreng berikut topping seadanya dilengkapi camilan jajan pasar (ning lali ora njaluk juruh/gula jawane). Meski begitu, dagangan laris manis… Tuh, sampai wadahnya kosong bersih, tinggal krupuknya (alesyan… padahal memang ora ono isine, ding!) 🙂

tempat latihan anti teror di akpol

Dari rumah Yudi, tinggal nyebrang sudah sampai di Akpol. “Wisata” yang pasti jarang ditawarkan para tour guide …ya salah satunya keliling Akpol ini. Didiet dan keluarga sempat lihat beberapa lokasi dan berpose di sana.  Foto di atas ini adalah di stadion. Ada pesawat, kereta api, hotel-hotelan.., yang biasanya dipakai latihan anti teror, misalnya penyelamatan sandera. Kampung kami yang bertetangga dengan Akpol sudah nggak kaget kalau tiba-tiba ada suara bom atau tembakan. Nonton taruna main drumband juga sudah mblenger. Tapi kalau ada putri-putrinya yang pengin dapet kenalan taruna, ayo.. mampir ke sini saja.

di latar belakang adalah danau buatan di akpol

Karena tidak direncana, jadi tidak banyak obyek yang dilihat. Apalagi kalau cuma jalan kaki, bisa pegel linux mengitari 50 hektar keliling Akpol. Paling tidak sudah nengok bendungan/waduk buatan yang diresmikan RI-1 (waktu itu mbak Mega), tempat-tempat ibadah taruna, stadion dan juga kolam renang taruna.  Kabarnya mulai Januari 2009 kolam renang dan kolam pancing akan dibuka untuk umum.

di rumah Kusnendar

Sekitar 8:30 (Minggu, 28/12) kami berangkat sama-sama dari Jl. Papandayan. Keluarga Didiet akan ke Salatiga dan Wonosobo melanjutkan Tour de Java, aku dan keluarga mau ke Yogya. Dengan beriringan kami mampir ke rumah Kusnendar di Srondol Indah karena rutenya kelewatan jalur Solo-Yogya. Cuman mampir sebentar, menguras kue-kue di toples, langsung pamit. Keterangan foto, duduk ki-ka: Quez, Yudi, Didiet, Bimo Didiet, si Kembar, Ny. Yudi, Ny. Didiet; berdiri: Rian Yudi, Dhita Yudi, Dhini Didiet.

Oh, ya.. setelah ‘berjuang’ 6 jam menempuh Semarang-Yogya; dalam perjalanan dari Yogya ke Solo, kami sekeluarga ketemu keluarga drg. Meilina pas mampir sholat maghrib di pompa bensin kawasan Kalasan. Luar biasa.. kemarin dimana-mana lalulintas pamer susu (padat merayap susah nyusul, istilahe Didiet). Hotel dan losmen di Solo dan Yogya puenuh polll..!

Buat Didiet dan keluarga, makasih sudah mampir…  Sorry, penyambutan ala kadarnya. Teman2 lain yang ada tugas atau acara keluarga di Semarang, monggo ditunggu mampirnya ke papandayan.

3 Replies to “Kel. Didiet: tour de Java”

  1. Yud, setelah aku baca ternyata kopdar di Semarang asyik juga ya. Kapan-kapan kalau aku lewat Semarang aku pasti akan mampir ke “mall” yudi.

    Yud, ada kabar bahwa temen kita Isnu Handoyo eks-IPS1 sekarang sedang rawat inap di RS. Elisabeth Semarang, sedang menjalani operasi ginjal.

  2. Om Yudi
    sekali lagi matur nuwun sanget atas sambutan super hangat selama sewengi sak esuk di Semarang, maaf kalau kami sudah ngrepoti. Salam utk Nyonya & anak2..

    mba Endang Faris
    bener sekali, pokoknya kalau mampir di Papandayan belakang Akpol dijamin tidak akan kuciwa & sangat berkesan..

    buat mas Isnu Handoyo semoga lekas sembuh dan bisa beraktifitas seperti sediakala. Amien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *