Kopdar ndalem Priyomartanan

Sementara teman-teman Kasmajiers81 di Jabodetabek kopdar di rumah Luluk-Hendratto di Bogor pada tanggal 5 Desember 2010 yang lalu, yang di Solo dan sekitarnya juga kumpul-kumpul untuk arisan rutin triwulanan pada tanggal yang sama. Tuan rumah adalah keluarga Ratna Farida (eks 3-IPS-2) di Jalan Dr. Rajiman 360 Solo, sebuah rumah kuno yang masih sangat terawat. Sebelum arisan dimulai kami diajak melihat berkeliling rumah, yang penuh dengan barang-barang antik, aneka senjata pusaka, bahkan ada pula dokar (tanpa kudanya, tentu).

Arisan dimulai agak molor dari jam undangan, karena kebetulan sedang musim jagong manten.. dan juga jagong bayen, karena teman kita Radik punya baby lagi (bonus!). Ady yang biasanya jadi “wartawan” kali ini tidak hadir karena ada acara lain. Ada tamu dari Cepu, Prasojo dan putrinya. Juga member baru, Sulistini, yang saat ini menempuh studi doktoral (S3) di UNS dan Diani Damayanti yang sejak beberapa waktu lalu pindah tugas ke Solo. Hampir lupa, Antok Ki Bawono juga hadir meramaikan suasana.

Beberapa informasi dari Kurie, antara lain mengenai kondisi Sandy, yang masih akan menjalankan operasi lagi setelah perawatan akibat jatuh saat merenovasi rumah beberapa waktu yang lalu. Kurie juga membagikan CD video dan foto hasil rekaman saat silaturahmi halal bi halal Kasmaji81 September 2010 yang lalu.

Yang tidak kalah penting adalah laporan dari bendahara, mengenai sisa anggaran saat halal bihalal yang surplus, dan disepakati untuk ditambahkan ke Kas Solo. Untuk arisan berikutnya, bulan Februari 2011 akan diunduh oleh Tulus Wihadi.

3 Replies to “Kopdar ndalem Priyomartanan”

  1. Selamat ya atas usaha teman2 di Solo dst yang tetapa bisa ber-siluturohminya secara rutin, kemaren di pertemuan Jabotabek juga lagi di ‘sounding’ untuk kemungkinan mengadakan arisan rutin. Semoga…..

  2. marakke kangen ki, ning yo piye aku naliko kuwi mbarengi mbakyu mantu neng Suroboyo, dadi yo absen.
    Mugo2 suk periode ngarep aku bisa gabung, amin.

  3. Kalau di Solo dan sekitarnya arisan rutin bisa dibuat 1 bulan sekali, mungkin di Jakarta dan Jawa Barat termasuk Bandung bisa dilakukan arisan rutin tapi dengan jarak waktu lebih panjang, 2 bulan atau 3 bulan sekali. Bagaimana teman-2 ?

Leave a Reply to boedi teyok Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *