Mampir Ngombe

Oleh Mustadihisyam

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Rasulullah mengibaratkan orang hidup itu seperti menyebrang jalan, singkat tapi harus waspada jangan sampai celaka di tengah jalan. Urip sak dermo mampir ngombe kata orang Jawa. Di dalam perjalanan hidup yang jauh ini, yang baru sekali ini kita tempuh, karena sebelumnya kita tak pernah datang ke bumi ini, kita perlu petunjuk supaya tidak tersesat di jalan. Supaya kita bisa sampai seberang jalan dengan selamat, supaya kita bisa menikmati indahnya mampir ngombe.

Layaknya orang mengendarai mobil di jalan raya yang belum pernah ditempuhnya, maka perlu petunjuk rambu-rambu. Sehingga bisa melihat kemana arah yang dituju, dimana harus belok, kapan harus mengurangi atau menambah kecepatan, sudah berapa kilometerkah perjalanan ditempuh sehingga selamat sampai tujuan. Begitulah kita menempuh hidup ini, karena hidup terlalu mahal harganya. Usia kita yang habis tak bisa diisi ulang lagi, berapapun harganya tak akan terbeli. Oleh karena itu pemakaiannya pun harus hati-hati, supaya usia tidak terbuang percuma.

Puji syukur Tuhan, Allah telah memberikan petunjuk panduan hidup dengan apa yang dinamakan kitab suci yaitu Taurat, Zabur, Injil dan Al Qur’an. Intinya manusia diperintahkanNya ma’ruf (berbuat mana yang manfaat) dan dicegahnya berbuat yang munkar (meninggalkan mana yang merugikan). Al Quran adalah petunjuk dan rahmat, sebagai tanda kasih sayang Allah kepada manusia, bahkan seluruh alam.

 

“Inilah ayat-ayat Al-Qur’an yang mengandung hikmah, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan” (QS. Luqman: Ayat 2 – 3)

Tetapi petunjuk dan rahmat itu hanya akan dapat dirasakan bagi orang-orang yang menyediakan dirinya menjadi orang baik-baik. Harapan kita semoga kita termasuk orang yang berbuat baik. Yang diberikan petunjuk dan rahmatNya, tidak hanya sekedar membaca kitab Allah tetapi mau dan mampu memahami maknanya dan mengamalkan dalam kehidupan di dunia ini khususnya dalam hidup bermasyarakat. Sehingga dengan ahlak yang baik akan tercipta kehidupan masyarakat yang bermartabat, jujur, tidak korupsi, saling menghormati perbedaan dan tidak merasa paling benar sendiri, urip tata tentrem kerta raharja.

Wallahu a’lam bish-shawabi, Allah Mahatahu yang sebenarnya.

Selamat pagi. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

WhatsApp chat