Memorabilia Part#2

Saat kita mendaftar masuk SMA dulu, saya baru ingat –setelah melihat dokumen di bawah ini– bahwa ujian masuk SMA waktu itu diselenggarakan bersama-sama SMAN I s/d SMAN VI. Jadi kita hanya bisa memilih salah satu SMA (Negeri) saja. Waktu itu saya mendaftar di SMAN 3 Warungmiri. Sayangnya (atau untungnya) pas antrian tinggal 2 orang, diumumkan …. “Formulir habis!”

Waduh! Sebagai lulusan SMP kota kecil (Pekalongan) dan sudah 7 tahun tidak di Solo tentu bingung mau ngapain. Saya sempat menghadap Kepsek SMAN 3 waktu itu (pak Singgih Prawoto). Nekat, ya! Saya minta dispensasi, “Apa tidak ada perkecualian untuk peserta dari luar kota, pak?” Pak Singgih menyarankan saya ke SMA 1, siapa tahu di sana pendaftaran masih dibuka.” (Note: pak Singgih  Prawoto ternyata ketua panitia penerimaan >> lihat formulir di bawah).

Ringkas kisah, dengan bersepeda onthel saya tanya sana-sini akhirnya ketemu juga Jl. Monginsidi. Waktu itu sama sekali tidak tahu (atau tidak memperhatikan) kalau  SMAN 2 juga satu halaman dengan SMAN 1.  Untung lagi saya tidak salah mendaftar ke sebelah.., ndilalah di SMAN 1 juga dapat nomor pendaftaran udah mau penutupan. Jadi, rasanya beruntung sekali saya -anak desa pesisir utara- akhirnya bisa masuk SMA unggulan di Solo. Surat pemberitahuan diterima masih tersimpan baik meskipun sudah coklat warnanya.

diterima-copy

He..he.. nilai yang lumayan hanya ujian bahasa inggris dan IPS. Sing penting “Diterima di SMAN 1 Surakarta” dan sekarang jadi anggota komunitas Kasmaji.

Alhamdulillah.

.

3 Replies to “Memorabilia Part#2”

  1. Waah kowe malah nduwe dokumen Penerimaan siswa SMAN 1.
    Aku malah ra nduwe, sebab pas waktu test penerimaan aku isih yang Jakarta ikut kejuaraan
    atletik POPSI di Senayan Jakarta. Dadi ra melu test masuk SMAN1, entuk dispensasi soko P&K Jateng.
    Dadi langsung mlebu ae he he he…..

Leave a Reply to slams Cancel reply

Your email address will not be published.

WhatsApp chat