Renungan watak satriya

dening: Didiet Priatmadjie
.
Linambaran budi luhur
Wong sabar luhur wekasane
Wong goroh gowah
Wong becik ketitik
Wong ala ketara
.
Amenangi jaman edan
Ewuh aya ing pambudi
Melu edan nora tahan
Yen tan melu anglakoni
Baya keduman melik
Kaliren wekasanipun
Ndilalah kersaning Allah
Begjo begjane kang lali
Isih begja wong eling lan waspadha
.
Memayu hayuning jagad
Kanthi linambaran sucining manah
Rumangsa nelangsa menawa ora bisa
nulung titah liya
Lillahita’ala marang apa kang diwenehake

One Reply to “Renungan watak satriya”

  1. Sendiko dawuh mbah…
    Hidup ini singkat, hari tua akan cepat tiba.
    Segala kejayaan kekuatan di masa muda,
    akan cepat hanya menjadi kenangan,
    pergi tak akan pernah kembali…

    Hidup bagaikan sebuah drama,
    yang menjadi raja ternyata bukanlah benar2 raja,
    hanya peran di atas panggung belaka.
    Berakhirnya drama berakhir pula semua peran.

    Hidup bagaikan mimpi, seindah apapun,
    semuanya sirna tak berbekas.
    Rumah mewah bagai istana, harta
    benda yg tak terhitung,
    kedudukan jabatan yang luarbiasa,

    namun..
    Ketika napas terakhir tiba,
    sebatang jarum pun tak bisa dibawa pergi…
    Sehelai benang pun tak bisa dimiliki…
    Apalagi yang mau diperebutkan???

    Maka jalanilah hidup seperti air mengalir…..

    Jangan TINGGI HATI, SOMBONG, IRI HATI.
    Padahal tak ada yg bisa diperebutkan…
    Tak ada yg bisa dibawa pergi…

    Belajarlah tiada hari tanpa KASIH,
    selalu berlapang dada slalu mengalah.
    Hidup ceria, bebas leluasa,
    tak ada yang tak bisa diikhlaskan.
    Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan.(y).

Leave a Reply to Bima Wardana Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *