Waspada di usia menjelang 50 tahun

Oleh Ira P Djojokusumo

Terinspirasi, semangat teman-teman meramaikan milis ini dengan tulisan-tulisan positif, prihatin dengan makin banyaknya teman yang bermasalah dengan kesehatannya, termasuk pengalaman pribadiku, aku mencoba sharing mengenai kewaspadaan dan gaya hidup sehat yang mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Temans, menjadi kebiasaan dan budaya di China, Jepang dan Korea setelah menyantap hidangan utama mereka akan minum green tea (ocha) panas, kebiasaan ini ternyata berdampak positif terhadap kesehatan kita. Minum teh tawar bening panas atau air panas yang “kepanasan”nya bisa diterima oleh lidah kita, akan menetralisir lemak yang ikut tertelan dalam makanan kita. Dan itu berarti, kita telah mengamankan “jantung” kita dari kemungkinan tersumbat ‘plak’ di dinding-dinding arterinya.

Tentang air panas kaitannya dengan “serangan jantung” tentu ada korelasinya. Bagi mereka yang memiliki penyakit jantung koroner berapapun persentase penyumbatannya, akan memudahkan terjadinya serangan jantung apabila terbiasa minum air dingin. Hal demikian karena saluran koronernya bisa mengeras dan atau mengkerut sehingga lubang salurannya bisa mengecil yang pada gilirannya dapat menghambat laju dari ke jantung.

Oleh karena itu, untuk menghambat proses mengkerut dan mengerasnya saluran koroner, biasakanlah meminum air panas. Penting bagi kita mengenali tanda-tanda serangan jantung, agar kita dapat mengambil tindakan pertama untuk kewaspadaan sebelum menuju rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut: Apabila tangan sebelah kiri merasakan sering pegel-pegel mulai dari jari tangan hingga bahu dan kemudian diikuti seringnya kesemutan. Kemudian, rasa sakit di dada sebelah kiri hingga tembus ke punggung. Selanjutnya diikuti rasa pusing, sesak nafas dan berkeringat dingin. Maka gejala-gejala demikian adalah awal atau permulaan serangan jantung. Segeralah minum air panas, berusaha batuk-batuk untuk mengaktifkan jantung sesaat dan segera ke Rumah Sakit.

Untuk pencegahan lebih lanjut berikut ini beberapa hal yang bisa kita lakukan :

  • Pertama, melakukan tindakan olah raga secara rutin sesuai dengan porsi usia dan dilakukan secara konsisten. Kalau memungkinkan, dilakukan setiap hari dengan minimal 10 ribu langkah;
  • Kedua, makanlah yang baik dan halal serta menghindari yang berkadar lemak tinggi seperti pada daging jeroan, bersantan, berminyak (Goreng-gorengan), dan yang mengandung zat kimia (pemanis, pengawet dan pelezat). Hindari merokok. Ini berbahaya.
  • Ketiga, hidup bersahaja, bersabar, hidup bersih diri dan lingkungan, serta menerima apa adanya atas rezeki yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa ; Bukalah dan rawatlah hubungan yang harmonis dengan keluarga inti, suami dan anak-anak, kembangkan budaya komunikasi yang intens di dalam keluarga. Kadang-kadang penyakit degeneratif akan muncul lebih cepat pada saat kita stress dan tidak bahagia.
  • Keempat, untuk mengurangi kadar kolesterol dalam darah kita, maka biasakan melakukan diet melalui puasa atau mengurangi makanan seperti pada point kedua;
  • Kelima, apabila saat ini kita sudah merasakan gejala serangan jantung, maka rajinlah konsultasi dengan dokter.

Samakin banyak kita mengenali gejala awal serangan jantung, dan melakukan tindakan-tindakan sebagai point kesatu hingga keenam, maka akan semakin terbuka lebar terhindar dari serangan jantung yang mematikan. Mudah-mudahan kita senantiasa diberikan kesehatan oleh Allah Swt. dan dengan sehat itu, kita bisa beribadah dengan baik, bisa berusaha dengan tenang dan menjalani kehidupan dengan tenang.

OK teman, semoga bermanfaat, untuk lebih detailnya biar ditambahkan teman-teman yang dokter ya.

‘Cause I care and love you All
Ira P Djojokusumo

4 Replies to “Waspada di usia menjelang 50 tahun”

  1. Alhamdulillah. Dadi eling meh seket… thx kpd. poro mbakayune candra yang merenungkan dendam +/- (kayaknya tiap person ada) & yu Ira mengenai physical refreshment (buntut trubuke piye ki)

  2. Wah apik artikel iki, saling mengingatkan dalam hal kebaikan. Walaahhh saiki Ira wis dadi dokter ahli gizi po…haha

    Tak kiro tidak sekedar minum teh green tea tetapi pola makan harus mau berubah total + olah raga teratur.

    Biasane awal awal nya semangat, tapi yen lali sering balik seneng makan junk food maneh yen ora diawasi pasangane.

Leave a Reply to Bambang Soesatyo Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *