Tentang Karangan Bunga

mbak Satriyana membagikan video TikTok di grup WhatsApp Kasmaji81-Guyub tentang “mengirim bunga duka kepada keluarga yang berduka”. Postingan tanggal 9 November 2025 itu kemudian mengundang diskusi karena selama ini bila ada alumni atau keluarga semenda yang meninggal biasanya kas mengeluarkan dana untuk mengirim bunga duka dan/atau tali asih. Berikut beberapa pendapat teman-teman yang sempat dikutip.

Amat : Lha piye to? Iku wes tradisi tanah iki. Rewang yo uwis. Dongane sarana kembang, supaya nembus langit..

Faris: Di SMPku sudah tidak kirim karangan bunga lagi

Udin: Apik Iki, yen aq setuju banget….👍🙏

Nunik: Aku setuju, tapi kalo kita cermati ada juga keluarga yang lebih hèpi dengan karangan bunga. Jadi menurutku cermat² aja kita mengamati.

Udin: Hehehehe ning bener mbak Nunik, pancen ono sing keluargane luwih bangga yen dikirimi karangan bunga. Dadi yo rada angel milihe…

Pramu: Miturutku…. karangan bunga sebagai tanda bahwa temen2 almarhum/ah tahu, ikut berduka dan bersimpati terhadap almarhum/ah. Sebetulnya ini untuk menghibur keluarga yang ditinggalkan bahwa teman2 masih ingat. Lebih baik kalau ada santunan, jauh lebih baik lagi kalau didoakan. Ini sudah ranah personal, apakah kita mendoakan apa tidak.

Teyok: Aku yo cocok kui.. 👍🏽 Menurutku luwih prayoga ora kirim karangan bunga.

Ining: Yen kembang kuwi pancen biso disawang lan difoto, nanging sak uwise dadi mubazir. Coba dietung, regane karangan bunga. Mesthine luwih manfaat yen awujud tali asih kanggo sing kesripahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat