Pembaca Dokumen Otomatis untuk Tunanetra

Tanpa kacamata berlensa minus delapan, Anto Satriyo Nugroho tidak bisa membaca buku secara jelas, tulisan-tulisan yang tertera di buku tampak kabur. Indra pelihatan Anto memang lemah sejak dia berusia 8 tahun. Karenanya, perekayasa di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) itu kerap kebingungan ketika menjalankan aktivitas, terlebih pada saat melakukan penelitian di laboratorium atau mengajar di sejumlah perguruan tinggi di Jakarta jika tidak mengenakan kacamata. Kendati sangat bergantung pada alat bantu pelihatan itu, Anto tetap bersyukur. Continue reading “Pembaca Dokumen Otomatis untuk Tunanetra”

WhatsApp chat