Kawulaning Gusti

mustadi1Renungan Jumat oleh Mustadihisyam

.

Ada kata-kata yang sering diucapkan orang khususnya orang Jawa, bahwa sering kali menyebut kalau dirinya sebagai “kawulaning Gusti” (hamba Allah). Sekiranya kita perhatikan, ada beberapa ciri-ciri orang yang layak disebut kawulaning Gusti. Salah satunya adalah seorang suami yang selalu berdoa kepada Tuhan:

” Rabbana hablana min aswajina, wadzuriyatina qurrata’ayun waj’alna lil muttaqina imamaa ”

Ya.. Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami ini, dari istri dan anak turun kami sebagai cahaya matahati kami (penyejuk hati kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa kepadaMu.

Doa ini mengandung arti yang sangat dalam sekali bagi seorang suami. Istri adalah segalanya dalam rumah tangga, mempunyai fungsi yang sangat luhur di hadapan suami, bukan sekedar konco sare atau kemul turu. Sehingga seorang suami yang mengaku dirinya sebagai kawulaning Gusti senantiasa tak henti-hentinya memohon kepada Tuhan semoga istri ini menjadi penyejuk hati, tamba sumpeking ati, memberikan kedamaian dalam hidup ini.

Continue reading “Kawulaning Gusti”

Cah Angon

mustadiRenungan Jumat oleh Mustadihisyam

Rasulullah bersabda, ”Pemimpin itu laksana penggembala, dan dialah penanggungjawab rakyat yang digembalakannya.” Konsep kepemimpinan yang ditawarkan rasulullah cukup sederhana, yakni laksana cah angon,  penggembala. Pada galibnya penggembala bertanggungjawab agar hewan-hewan yang digembalakannya terpelihara dengan baik,  cukup makan minum, sehat, gemuk, serta terjaga dari binatang-binatang buas.

Tak terbersit dalam benak kita adanya penggembala yang cuek dengan hewan-hewan piaraannya. Apalagi menargetkan agar hewan-hewan yang menjadi tanggungjawabnya itu haus, lapar, cedera, bahkan mati. Sebab dia bakal ditanya oleh tuannya tentang hewan-hewan yang digembalakannya itu. Kalau hewan yang digembala itu sehat, gemuk bisa dibayangkan pasti sang majikan akan memberikan senyuman, pujian, bahkan hadiah sebagai ucapan terimakasih atas kepercayaan dalam mengemban amanat itu.

Continue reading “Cah Angon”

Mengakui Kesalahan

mustadi2[Renungan Jumat] oleh Mustadihisyam

.

Semua manusia pernah melakukan kesalahan, Nabi sekalipun. Karena lupa, khilaf, dan salah sangat melekat pada kedirian manusia. Dan, tindakan tidak mau mengakui kesalahan dan berusaha memperbaikinya merupakan hal yang paling aneh. Sebenarnya, mengakui kesalahan merupakan sebuah pintu dari dinding pembatas antara dua ruangan; kebaikan dan keburukan.

Jika seseorang tidak mau mengakui salahnya, berarti dia masuk dari pintu itu ke ruangan kejahatan. Sebaliknya, jika seseorang mau mengakui dosanya, berarti dia membuka pintu itu untuk masuk ke ruangan kebaikan. Allah sendiri mengatakan bahwa salah satu ciri orang-orang bertakwa adalah mau mengakui kesalahan dan minta ampun kepada Allah, kemudian dia tidak lagi mengulanginya, Dan (salah satu dari orang yang bertakwa itu) adalah orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka. Dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah?

Continue reading “Mengakui Kesalahan”

WhatsApp chat