West Funk Rhytm Menang di JGTC Competition

Bagus Muhammad Satriyo, putra Mustadi, bersama West Funk Rhytm -grup jazz band yang dipimpinnya- Sabtu (21/11) kemarin berhasil meraih 2nd Award dalam gelaran Jazz Goes to Campus (JGTC) Competition yang diselenggarakan Universitas Indonesia.

JGTC kali ini merupakan tahun ke-38. Yang pertama kali diadakan pada tahun 1976 di lokasi acara yang bernama Taman FIPIA. Menghibur sekitar 1500 penonton yang sebagian besar adalah mahasiswa dari Universitas Indonesia. Jazz Goes to Campus telah menunjukkan potensinya sejak awal mula. Pada penampilan pertama kali diisi oleh legenda jazz Indonesia seperti Ireng Maulana, Jeffrey Tahalele, Oele Pattiselano, (the late) Perry Pattiselano, Benny Mustafa, dan Jacky Pattiselano.

Jazz Goes to Campus sekarang menjadi jazz event tertua di Indonesia yang telah terbukti memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap industri jazz Indonesia. Pada JGTC sebelumnya pernah mengundang musisi jazz dunia seperti Bob James, Nouvelle Vague, Depapepe, Dave Koz, dan banyak musisi jazz lain yang tampil dan menginspirasi musisi jazz di Indonesia, dan akan melanjutkan komitmennya sebagai platform untuk lebih mengembangkan pemandangan jazz Indonesia  (sumber)

West Funk Rhytm mengikuti JGTC Competition yang diikuti banyak jazz band dari Jakarta dan kota-kota lainnya. Kompetisi dilakukan dua babak, yaitu Qualification Round yang diadakan pada tanggal 7 November 2015 dan Final Round yang diadakan pada tanggal 21 November 2015 di Lippo Mall Kemang Village, Jakarta. Peserta JGTC Competition akan diseleksi oleh para juri yang terdiri dari Riza Arshad, Gilang Ramadhan, dan Robert Mulia Raharja.

Tentu prestasi yang patut dibanggakan dan perlu ditingkatkan, bahwa Bagus dan band-nya bisa meraih prestasi juara kedua dalam ajang bergengsi tersebut. Selamat ya, Bagus dan West Funk Rhytm. Wah, tanggalnya bersamaan dengan NgaYogJazz 2015 ya… jadi nggak bisa tampil di Yogya. Berikut ini beberapa foto kiriman bapaknya Bagus. Melu bangga, Mus!

jazz go to campus #1

jazz2

61b520d1-9717-493a-a1d9-272182a40e8f

Kasmaji81 Goes to Banjarmasin

Menjelang acara Yani mantu (08/11/2015) sebagian teman sudah tiba di Banjarbaru Kalsel 2 hari sebelumnya, khusus untuk menikmati wisata khas Banjar. Maryanto yang tinggal di Sampit dan ada kantor di Banjarbaru, juga Adi Wibowo yang kebetulan ada tugas di Kalsel sudah standby di Bandara Syamsudin Noor sejak sore. Niniek dari Solo sudah tiba pagi hari, Imam dari Jakarta sore, Yudi bareng istri mestinya tiba sore tapi terlambat karena pesawat tertunda.

IMG_20151106_200726_HDR

Kumpul dulu di rumah dinas Yani, silaturahim sekalian makan malam sebelum diantar ke penginapan

banjar1

Ditraktir Maryanto, naik perahu klothok menyusuri Sungai Martapura menuju Pasar Terapung di Lok Baintan. Yang di keranjang penjualnya itu mangga kasturi, endemik Banjarmasin. Foto-foto di Pasar Terapung banyak sekali sebenernya..

banjar2

Disempatkan ke jembatan terpanjang di Kalsel yang melintas di atas Sungai Barito. Sstt.. jangan bilang Mustadi dan den Bagus, itu sepeda yang dipakai Imam milik biker lokal yang khusus dipinjam buat foto 🙂

banjar3

Berburu batu dan cindera mata khas di Pasar Martapura. Yudi dan Adi sampai lesehan, karena gumun batu-batu seperti akik hanya 10-15 rb rupiah per biji. Bisa dijual mahal di Jawa (kalau yang beli nggak tahu ilmu akik) 🙂 Jangan sepelekan tas belanjaan yang kecil-kecil… itu isinya batu intan ribuan dolar…

banjar5

Apa lagi yang khas Banjar? Kain Sasirangan dan aneka camilan. Yang populer tentu kopi khas Banjar dan amplang (kerupuk ikan). Padahal masih banyak jenis lain yang namanya aneh-aneh seperti yang dipromosikan di spanduk di atas. Yang dipegang Yudi itu dari kopyah, taplak, tas, semua serba rotan. Baju Sasirangan yang dipilih Adi langsung dianyari buat njagong besoknya.. 🙂

banjar6

Wisata kuliner terus nih.. Soto Banjar, Nasi Itik, Ikan Patin Bakar,… selama perut muat semua jenis kuliner dicoba (pokoknya jangan ingat-ingat kadar kolesterol, tensi, dan gula darah kalau wiskul)

Foto-foto di pasar terapung depan kantor gubernur Kalsel belum diposting di sini… nyusul, ya..

WhatsApp chat