Sate kere dan dhawet Sargede

Oleh Ira P Djojokusumo

Informasi awal dari Faris bahwa arisan akan diselenggarakan pas hari raya Nyepi (23/03) dengan harapan teman-teman Kasmaji 81 yang dari luarkota yang mungkin singgah di Solo bisa gabung, akhirnya digeser ke hari Minggu tgl 25 Maret 2012 di rumah Lies Jl Basuki Rachmat Jajar Solo.

Alhamdullillah kami sekeluarga bisa ikut nimbrung sebagai penggembira (lha gembira terus, je), karena kebetulan sebelumnya memang ada reunian SMPN1 angkt 77 klas IIIE (klas nya Harti juga) dan ada acara keluarga juga.

Suasana arisan benar-benar gayeng dan semarak, Nyonya dan Tuan Rumah sudah menata rumahnya yang memang apik asri dengan karpet-2 Turki yang empuk dan hangat, rekan Faris dan Retno sudah menata ransum, sate kere sak bakule, tumpeng robyong sak sambel tumpangnya, bacem-2an, peyek dll, Dari tlatah Medan bolu gulung tidak ketinggalan plus lemper, risoles, pastel dan jajan pasar lainnya, serta seger-segeran buat penutup…¬†dhawet Sargede dan dhawet Kadipolo.

Kang Kurie sebagai wakil Korwil Solo membuka acara dengan santun dan kalem (khasnya Kurie), di lanjutkan rekan Yudi DP yang mengajak kita tafakur memohon ke Allah SWT agar teman-teman kita yang sedang diuji kesehatannya seperti Didik R, Yan K, dan Agus JP diberikan kesembuhan dan teman-2 yang putra putrinya mau masuk perguruan tinggi diberi kelancaran jalannya, teman-teman yang mau jadi petinggi birokrat diberi kemudahan dan kawaskitan demi bangsa dan negara (wuiiih… sing iki tambahan nyleneh soko dalang mbeling… bek’e ono).. .akhirnya kita tafakur dalam doa Sapu Jagad yang khusuk.

Selesai berdoa, acara dimulai dengan potong tumpeng oleh garwane Jeng Ratna sebagai tamu paling senior diserahkan pada Nyonya rumah Lies Indriawati dengan pesona senyum manisnya yang selalu menyejukkan kita. Makan siang hari itu penuh canda dan tawa, ide mboyong sate kere lan bakule disambut dengan semangat spontanitas antri cari tempe gembus dan sate usus. Sambel Tumpang Faris laris manis, sedapnya pas dan gereh petheknya menjinakkan perut yang mulai keroncongan (jadi inget Dien nich)

Mas Witjak garwane Lies membidik kita dengan kamera canggihnya yang diminati Yudi DP..hehehe…akhirnya bermunculanlah gaya-2 mulai dari yang formal, cekakaan sampai ada gaya Prabu Kalithi sarean di Kursi dikepung poro Hapsari… hehehe

Sekelebatan aku ingat refrain lagunya Dionne Warwick “That’s what friends are for”;

Keep smilin’, keep shinin’
Knowing you can always count on me for sure
That’s what friends are for
For good times and bad times
I’ll be on your side forever more
That’s what friends are for

Duuuh, nikmatnya persahabatan dan paseduluran, guyub rukun murub…. jadi vitamin penambah vitalitas kita jelang 50’an ini. Pada acara tersebut, kami juga melakukan ‘bantingan’ untuk mengisi kas dan hasilnya langsung diserahkan untuk Kas Korwil Solo.

Acara ditutup dengan menyaksikan tayangan layar lebar foto-foto koleksi Lies Indriawati yang dikumpulkan dari berbagai kegiatan kita.

Selanjutnya kita menunggu para relawan yang sedang menggagas reuni emas (karena diselenggarakan di tahun emas usia kita), plus rencana nonton wayang wong Sriwedari barengan (dipandhegani kaka prabu Ir. Budhianto)

4 Replies to “Sate kere dan dhawet Sargede”

  1. Halaaah Ira ki lhoo, dadi isin kiyek …. Wong yo biasa2 wae og. Yg penting bisa pul-kumpul silaturahim … Semoga lain kesempatan bisa lebih banyak lagi yang gabung. Foto akan saya kirim ke Yudi aja ya. Salam utk semuaaaa

    Lies

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *