Selamat Jalan Sahabatku, Ir. Edi Nursahid

Tulisan: Ira P Djojokusumo

Kau bercanda lucunya, yang lain pun tertawa
Seakan saja, cerita dan canda kita
Tiada habisnya

Ada yang saling cinta, bermesra di sekolah
Selalu berdua berjalan di sela-sela
Rumput sekolah kita, oh indahnya….

Nostalgia SMA kita… indah lucu banyak cerita
Masa-masa remaja ceria.. masa paling indah
Nostalgia SMA kita.. takkan hilang begitu saja
Walau kini kita berdua.. menyusuri cinta

Alunan suara Yuni Shara lembut mengelus kuping dalam perjalanan dinasku ke Bekasi hari senin siang tanggal 18 Juli 2010. Lagu ini membuatku tersenyum mengenang keindahan masa SMA, setelah seminggu sebelumnya aku sempat bertemu dengan sahabat-sahabat SMAku dalam perjalanan liburan ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Lamunan ini tiba-tiba buyar ketika email group Kasmaji 81 menyentakkan berita duka atas meninggalnya sahabat kita Ir Edy Nursahid.

Eddy Nursahid adalah figur yang cerdas, baik hati, bersahaja dan akrab dengan teman, di IIIB2 kami sekelas, bersama Lies, Rini, Udin, Aji, Meinu, Happy dll kami merenda masa SMA dengan keceriaan dan canda ria yang mengasyikkan.

Berita duka ini tersebar dengan cepat, Didik Rusdarmaji yang masih di Sidney pun langsung mengajak berkoordinasi apa yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan kebersamaan dan rasa kehilangan kita. Melalui komunikasi di milis Kasmaji 81, tercapai kesepakatan kita akan memberikan tali asih dari Kas Kasmaji 81 kepada keluarga almarhum. Inilah wujud eratnya pertalian keluarga Kasmaji 81 yang tulus dan positif.

Di sela-sela kesibukan dinas masing-masing, Didik n Dewi R, Merry, Luluk, Koesworo, Zainuddin, Ajie, Yudi Dwi Pramono, Bambang, Anto Bawono, Kusnendar, Boedi Martoyo, Sigit, Agustin Chandrawati, Murtini, Imam, Basuki, Prasodjo, Ady Sulistio, Didiet, Banu, Twoetty, Lies Indiawati, Rini, Himawan dan aku sendiri dll (maaf kalau ada yang belum kesebut), terus berkoordinasi untuk menentukan kesepakatan berapa sepantasnya bisa kita sumbangkan dalam bentuk tali asih ini.

Ki PMS (nama tenar dari Anto Bawono) bahkan memberikan ide yang brilliant dalam bentuk JukLak… Luar biasa… bisa kita diskusikan lebih lanjut untuk implementasinya.

Akhirnya Aku, Merry dan Luluk baru bisa bertakziah mewakili teman-teman dan membawa amanah teman-teman  keesokan harinya Selasa 19 Juli 2010.

Sebenarnya rekan Waladi juga ingin bergabung untuk bertakziah, sayang sekali informasinya terlambat aku terima, saat mobilku sudah di daerah Depok, Waladi masih di Pancoran sehingga tidak memungkinkan untuk balik menjemput ke Pancoran (Maaf ya Waladi), namun informasi alamat dari Waladi sangat akurat sehingga kami tidak menemui kesulitan menemukan alamat Almarhum.

Di rumah duka, kami diterima istri alm rekan kita Eddy Nursahid. Masih tersirat duka yang mendalam di keluarga ini, namun ketabahan dan keikhlasan yang ditunjukkan oleh istri dan putra putri almarhum, adalah bukti ketaqwaan dan kebesaran iman yang berhasil menjiwai keluarga ini.

Almarhum Ir. Edy Nursahid, sakit demam berdarah 2 bulan lalu, setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bunda Depok, beliau dinyatakan sembuh dan kembali beraktifitas di BPPT. Sahabat kita ini di BPPT adalah Program Manager pada Green Diesel – Green Gasoline Bidang Energi BPPT.

Hari Kamis 15 Juli 2010 rekan-rekannya di BPPT mengajak almarhum tasyakuran atas sembuhnya beliau dari DBD dengan makan bersama, hari Jum’atnya beliau masih melaksanakan sholat Jum’at bersama putra sulungnya terkasih. Sabtunya rekan Eddy merasakan meriang, dan menggigil, oleh keluarga segera beliau dibawa ke rumahsakit. Dari hasil penanganan dokter, trombosit almarhum terus drop dan badan melemah. Putra terkasihnya di RS terus memberikan support agar ayahandanya segera sembuh, karena keluarga ini yakin bahwa rekan Eddy akan dapat melalui masa kritis ini dengan baik, sebagaimana pernah beliau alami (rekan Edy sebelumnya sangat sehat dan tidak pernah punya penyakit degeneratif yang berarti sesuai dengan hasil Medical Check Up yang selalu baik hasilnya).

Hari Minggu malam rekan Eddy masih sempat meminta maaf pada Istrinya, yang membuat istrinya terbawa emosi, dan menangis untuk juga meminta maaf pada suaminya. Akhirnya keesokan harinya pukul 4.00 dini hari ketika istrinya sedang bersiap untuk subuhan, beliau menerima khabar dari rumah sakit bahwa Ir. Eddy Nursahid telah berpulang ke Rachmattulah. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun.

Bersama Merry, Luluk dan Teman Merry sekantor yang juga teman almarhum, kami sampaikan amanah teman-teman ke istri almarhum, secara pribadi Didik Rusdarmaji (titip aku), aku, Merry, Luluk dan teman Merry juga menyampaikan tali asih kami. Istri almarhum menerima dengan haru. Almarhum meninggalkan seorang istri dengan 2 anak. Yang sulung adalah mahasiswa smt 5 di Fak Tehnik Industri Undip Semarang dan yang Ragil, siswi SMA 39 Cijantung Jakarta.

One Reply to “Selamat Jalan Sahabatku, Ir. Edi Nursahid”

  1. Sepertinya teman kita tidak mengalami sakit yang panjang dan serius, tapi memang sudah ‘waktu’nya dipanggil Alloh SWT. Saya hanya mengenal rekan Eddy di sie Kerokhanian Islam yang terbilang rajin bersama Waladi dan Yudi serta rekan lainnya? (sory sing kelingan hanya ber 3).
    Ya Alloh ampunilah kesalahannya dan terimalah amalan serta tempatkanlah ditempat yang terbaik bagi rekan kami Ir. Eddy Nursahid. Semoga Almarhum husnul khotimah….Allohumma Amien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *