Wang Sinawang

didietOleh Didiet Priatmadji

Istilah itu saya dapat dari suami sepupu saya yang sekarang sudah meninggal.  Dulu dia pernah kerja di Astra, dengan karier yang melejit cepat dan -seperti biasanya- diiringi dengan keadaan ekonomi yang ikut meningkat.  Sampai kemudian krisis moneter mendera negeri kita waktu itu, diapun ikut mengambil pensiun dini.

Kami suka ketemu secara berkala di acara arisan keluarga. Seperti biasa kita sering saling bicara, “Wah si A enak sekarang ya, sudah jadi kepala bagian, wah si B hebat sudah jadi begini begitu.”  Dia bilang : “Anda sendiri juga sudah mapan benar karier mantap, rumah ada, mobil ada, dsb…” Saya bilang, “Ah nggak juga, Situ dong yang sekarang lagi banyak duit….”

Continue reading “Wang Sinawang”

Cah Angon

mustadiRenungan Jumat oleh Mustadihisyam

Rasulullah bersabda, ”Pemimpin itu laksana penggembala, dan dialah penanggungjawab rakyat yang digembalakannya.” Konsep kepemimpinan yang ditawarkan rasulullah cukup sederhana, yakni laksana cah angon,  penggembala. Pada galibnya penggembala bertanggungjawab agar hewan-hewan yang digembalakannya terpelihara dengan baik,  cukup makan minum, sehat, gemuk, serta terjaga dari binatang-binatang buas.

Tak terbersit dalam benak kita adanya penggembala yang cuek dengan hewan-hewan piaraannya. Apalagi menargetkan agar hewan-hewan yang menjadi tanggungjawabnya itu haus, lapar, cedera, bahkan mati. Sebab dia bakal ditanya oleh tuannya tentang hewan-hewan yang digembalakannya itu. Kalau hewan yang digembala itu sehat, gemuk bisa dibayangkan pasti sang majikan akan memberikan senyuman, pujian, bahkan hadiah sebagai ucapan terimakasih atas kepercayaan dalam mengemban amanat itu.

Continue reading “Cah Angon”

Mental Karun

mustadiOleh: Mustadihisyam

Pada mulanya, Karun merupakan pengikut yang taat terhadap ajaran yang disampaikan Nabi Musa dan Nabi Harun. Bahkan, setelah kedua nabi itu, ia merupakan orang yang paling menguasai Kitab Taurat. Dengan ilmu yang diberikan Allah, ia dapat memiliki banyak harta hingga menjadi orang terkaya di Mesir.

Namun, akhirnya Karun menentang firman-firman Allah dalam Taurat. Ia mengatakan harta kekayaannya bukan pemberian Allah, melainkan diperoleh dengan ilmu yang dimilikinya. Ia pun semakin congkak, berbuat aniaya terhadap kaum Nabi Musa.

Continue reading “Mental Karun”

WhatsApp chat