Pasar Mambu bakal tersingkir?

ps-gadingWaktu Didiet dan keluarga tour de Java saat liburan akhir tahun lalu, mereka mampir membeli dawet Bu Dermi di Pasar Gede, Solo. Tapi keinginan menikmati langsung di lokasi terganggu karena “bau khas pasar” yang tidak sedap, apalagi bagi yang jarang sobo pasar. Ciri khas pasar tradisional yang becek, bau, dan tidak tertib inilah yang sedang diperbaiki oleh pemkot Solo.

Sementara itu, “gerakan modernisasi pasar tradisional” yang dilakukan pak Jokowi, walikota Solo sudah banyak yang terlaksana bahkan menjadi proyek percontohan nasional (salut untuk pak Jokowi!). Setelah Pasar Klithikan, Nusukan, Widuran, dll. berikut ini kutipan dari SM hari ini (28/01/09), yang mungkin akan membuat pangling teman2 yang lama tidak melewati Pasar Gading.

Continue reading “Pasar Mambu bakal tersingkir?”

Mengakui Kesalahan

mustadi2[Renungan Jumat] oleh Mustadihisyam

.

Semua manusia pernah melakukan kesalahan, Nabi sekalipun. Karena lupa, khilaf, dan salah sangat melekat pada kedirian manusia. Dan, tindakan tidak mau mengakui kesalahan dan berusaha memperbaikinya merupakan hal yang paling aneh. Sebenarnya, mengakui kesalahan merupakan sebuah pintu dari dinding pembatas antara dua ruangan; kebaikan dan keburukan.

Jika seseorang tidak mau mengakui salahnya, berarti dia masuk dari pintu itu ke ruangan kejahatan. Sebaliknya, jika seseorang mau mengakui dosanya, berarti dia membuka pintu itu untuk masuk ke ruangan kebaikan. Allah sendiri mengatakan bahwa salah satu ciri orang-orang bertakwa adalah mau mengakui kesalahan dan minta ampun kepada Allah, kemudian dia tidak lagi mengulanginya, Dan (salah satu dari orang yang bertakwa itu) adalah orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka. Dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah?

Continue reading “Mengakui Kesalahan”

Kyoto-eki

Kyoto-eki adalah salah satu contoh prasarana transportasi yang bisa menjadi rujukan kota-kota metropolitan dunia. Tuti berkesempatan mengunjungi stasiun itu, bukan sekedar jalan-jalan tentunya, tapi sekaligus studi banding. Artikel di bawah ini dikutip dari sini, sedangkan foto-foto dari halaman facebooknya Tuti.

.

Kyoto sangat dikenal sebagai kota budaya di Jepang, seperti halnya Yogya dan Solo di Indonesia. Citra ini memang tidak timbul dalam sekejap. Kalau kita sempat berkeliling Kyoto maka hal ini tampak jelas melalui arsitekturnya yang terpelihara dengan baik, antara lain kuil-kuil besar, dan rumah-rumah tradisional yang kini banyak beralih fungsi menjadi penginapan atau ryokan.

kyoto3

Di Kyoto-eki

Continue reading “Kyoto-eki”

WhatsApp chat