Belajar Ikhlas ala Wong Samin

[Pengantar] Banyak artikel bagus beredar secara broadcast di media sosial. Mungkin telah Anda tandai pula sebagai starred message(s) di WhatsApp. Kami mengumpulkannya dalam satu kategori “Brodkes Sosmed” agar memudahkan saat ingin membaca kembali.

Jarwo : kang, sampeyan ngasih duit si A ?
Samin : Iya
Jarwo : sampeyan diapusi, dheweke kuwi wong sugih
Samin : ngapusi aķu iku dudu urusanku. Kui urusane dekne karo Gustine

Jarwo : Lo sendalmu endi kang? koq cekeran?
Samin : ilang
Jarwo : ora mbok golek’i sopo sing nyolong
Samin : ora, aku biyen lahir yo ora sandalan

Jarwo : kang, sampeyan dirasani karo si A
Samin : ben wae
Jarwo: sampeyan ra nesu
Samin : Lha saiki kowe yo ngrasani si A, si A yo ra nesu

Jarwo : kang, pitikmu dipangan asune si A
Samin : wes ben
Jarwo : ko sampiyan biasa wae Ora njaluk ganti
Samin : aku malah kaget nek pitikku sing mangan asune si A

Jarwo : kang, wes mangan?
Samin : Durung
Jarwo : mreneo ta wenehi duit
Samin :wegah aku ra doyan. Panganen dewe yen kowe doyan duit

Jarwo : kang, tanduranmu rusak dipangan wedhuse pak kae
Samin : ben Untung doyan tanduran. Yen weduse doyan papan, malah omahku sing dipangan

Jarwo : kang, kowe ki ket mau mlaku ngalor ngidul ora jelas?
Samin : Lha yo kui. Nek jelas, mesthi aku mlaku ngalor thok opo ngidul thok

Jarwo : kang, klambi sing mbok jemur dicolong uwong
Samin : ben. Wong salahku dewe, aku njemur klambi tak pamer-pamerke ning njobo

Jarwo : kang, kok mlaku? Sapi sing biasa mbok tumpaki endi?
Samin : ilang
Jarwo : kok malah ngguya-ngguyu?
Samin : lha untunge dicolong pas ora tak tumpaki

Jarwo : kang, bayarane kae luweh gede timbang kowe, lho
Samin : Ben
Jarwo : kan ora adil
Samin : adil ora kudu podo. Kowe tak pakani katul podo karo pitik yo emoh to?

Jarwo : kang, pelemmu dicolong si A
Samin : Ben
Jarwo : kok ben?
Samin : lha kowe kok iyik to? Biasane dicolong codhot wae aku yo meneng wae

Semoga menginspirasi…


Diteruskan kembali olehNiken Iriani – Grup WA Kasmaji81 (11/08/2016) dari kamar sebelah (sumber dan nama penulis asli tidak disebutkan). 

10 tips doa agar anak sholeh

[Pengantar] Banyak artikel bagus beredar secara broadcast di media sosial. Mungkin telah Anda tandai pula sebagai starred message(s) di WhatsApp. Kami mengumpulkannya dalam satu kategori “Brodkes Sosmed” agar memudahkan saat ingin membaca kembali.

Untuk para Ibu-Ibu tersayang…

Mari kita amalkan 10 tips mendo’akan agar memiliki anak-anak yang sholeh

  1. Kalau tiba-tiba teringat pada anak, kirimkan bacaan Al Fatihah. Sampai ke ayat “Iyyakanakbudu waiyyakanastain” (“Hanya kepada Mu kami menyembah dan hanya kepadaMU kami memohon pertolongan.”), mintalah apa-apa hajat saat itu yang ada hubungannya dengan anak yang kita ingat saat itu, habiskan bacaan surah Al Fatihah doakan semoga anak kita diberi kepahaman yang sebenarnya dalam urusan agamanya, memiliki ilmu yang bermanfaat dan serahkan urusan anak kepada Allah untuk menjaganya.
  2. Pandang wajahnya saat dia tidur, ucapkan….”Ibu mau (nama anak) jadi anak yang sholeh, sayang…” Coba amalkan (seperti kata Ustadz, kata-kata ini bermakna kita bercakap dengan rohnya) dan ucapan ini adalah DOA, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
  3. Bangun shalat malam, shalat lah di sisinya. Maksudnya kita shalat dalam kamar dia dan dekat dengan ananda. Jika Kita sering melakukannya dan kita juga selalu beritahu dia bahwa kita sering doakan dia, dia akan merasakan satu ikatan kasih sayang yang hakiki yang kita sangat sayang pada dia dan mau dia jadi anak yang sholeh. Dia akan tahu kita selalu shalat hajat untuknya.
  4. Minta dikasihani. Ucapkan setiap saat bahwa kita ini sedang menunggu panggilan Allah. Jika dia tidak jadi anak sholeh bermakna dia tidak sayang kita dan tentunya kita akan merana di Alam Barzah nanti.
  5. Peluklah anak selalu walaupun dia sudah besar, sebagaimana kita sayang dia saat kecilnya. Aura ciuman dan belaian Ibu sambil bisikkan padanya bahwa kita bangga mempunyai anak sepertinya.
  6. Maafkan anak kita setiap waktu walaupun perbuatannya amat melukai hati kita. Muhasabbah diri, mungkin kesalahan yang anak kita lakukan itu adalah karena dosa-dosa kita di masa lalu.
  7. Yang paling penting jaga tutur kata kita, jangan sekali-kali ucapkan perkataan yang bisa melukai hatinya. Jika ini terjadi juga karena kita khilaf, cepat-cepat cari waktu yang sesuai untuk kita minta maaf padanya. Mengakulah padanya itu kelemahan kita, kita marah karena dia berbuat salah, bukan bermaksud membenci.
  8. Amalkan membaca ayat 40 Surah Ibrahim supaya kita, anak kita dan keturunan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang tetap mendirikan sholat. (Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku)
  9. Selalu ingatkan anak bahwa tak guna ada pangkat, belajar tinggi, harta, hafal Quran sekalipun…jika tidak mempunyai akhlak yang mulia. Allah tidak melihat wajah yang cantik tapi melihat hati yang cantik.
  10. Saat mencuci beras niatkan… “Ya Allah…lembutkanlah hati anak-anakku [sebut nama anak kita]…..untuk paham agamanya….. (kenapa kita mau dia paham agama, karena anak yang tak paham agama akan bawa orangtuanya juga ke neraka)…. seperti engkau lembutkan beras ini menjadi nasi “. Cuci beras lawan arah jam (putar kekiri seperti orang thawaf ) sambil sholawat kepada Nabi Muhamad saw. Hati-hati jangan lalai saat melakukannya, dan ingat kepada Allah selalu.

 


*Diteruskan kembali oleh Haryadi Wibowo – Grup WA Kasmaji81 (11/08/2016) dari kamar sebelah (sumber via : Prof. Dr. Muhaya). 

Integritas

[Pengantar] Banyak artikel bagus beredar secara broadcast di media sosial. Mungkin telah Anda tandai pula sebagai starred message(s) di WhatsApp. Kami mengumpulkannya dalam satu kategori “Brodkes Sosmed” agar memudahkan saat ingin membaca kembali.

Menjelang ajalnya Tom smith memanggil anak2nya & menasehatinya utk mengikuti jejaknya utk hidup dgn integritas. “Semua ini agar kamu bisa punya kedamaian dlm setiap hal yg kamu kerjakan.”

Sara anak perempuannya memotong: “Daddy, betapa malangnya kamu, saat ini kamu sekarat & kamu tdk meninggalkan 1 sen pun tabungan di Bank. Ayah2 lain yg kamu bilang korup, pencuri dana masyarakat meninggalkan rumah & kekayaannya utk anak2 mereka saat meninggal. Sedangkan rumah ini saja hanya apartemen sewa. Maaf saya tdk akan mengikuti jejakmu. Pergilah, biarkan saya menentukan garis kehidupan saya sendiri…

Bbrp saat kemudian, Tom menghebuskan nafasnya yg terakhir.

3 th berlalu, Sara mengikuti sebuah interview di sebuah perusahaan Int’l. Ia di interview oleh Pimpinan perusahaan disana. Setelah meneliti berkasnya ia bertanya padanya ttg nama kerluarganya Smith, “Siapakah nama ayahmu?”

Sara: “Tom smith namun papa saya sudah tiada.”

Pimpinan: “Oh my God, kamu anaknya Tom Smith! Hmm!” Ia menoleh kepada HR manager yg menyertai disampingnya. “Ayahnya smith adalah org yg memberikan rekomendasi untuk saya sehingga saya bisa berada di posisi ini saat ini. Ia melakukannya semua tanpa imbalan apa pun. Saya bahkan tdk tau alamatnya. Ia tdk kenal saya, tapi ia melakukannya pada saya.”

Dia menoleh pada Sara. “Mulai besok kamu masuk kerja.”

Sara Smith diangkat menjadi Corporate Affairs Manager dgn fasilitas 2 mobil & supir, rumah dekat kantor dan gaji 100.000 Poundsterling per bulan di luar tunjangan2 lainnya.

Setelah 2 tahun bekerja di perusahaan, Managing Director sebuah perusahaan di Amerika mengumumkan keinginannya untuk mengundurkan diri & memerlukan seorang pengganti yg tinggi integritasnya. Yang mana perusahaan konsultan menominasikan Sara Smith.

Di dalam interviewnya, apa rahasia dari kesuksesannya. Dgn tangis meleleh dipipinya, ia menjawab: “Ayah saya yg sudah membuat jalan bagi saya utk bisa sukses spti ini. Baru setelah ia meninggal saya mengetahui bahwa secara finansial dia miskin tapi ia sgt kaya di dlm integritas, disciplin & kejujuran.”

Wartawan pun bingung. “Lalu mengapa kamu menangis?”

Sara menjawab: “Pada saat menjelang kematiannya saya menghina & menyakiti hati ayah saya karena ia menjadi orang yg jujur & penuh integritas. Saya harap ia memaafkan saya. Jujur saya tdk bekerja apa2 utk kesuksesan saya ini. Semua adalah hasil karyanya, saya cuma melangkah masuk saja.”

Wartawan: Apakah kamu akan mengikuti langkahnya seperti permohonannya menjelang ajalnya?

Sara: Ya, Saya sekarang memujanya, saya punya foto dirinya yg sangat besar di ruang tamu saya serta di depan pintu masuk saya.

Apakah Anda seperti Tom Smith? Yg kelihatannya hidup sulit dgn mempertahankan integritas, disciplin serta kejujuran. Jangan lelah! Walaupun mungkin banyak org yg membuat iri. Tetaplah pertahankan nilai2 tsb. Reward itu pasti akan datang. Mungkin perlu waktu yg lebih lama? Mungkin pada anak cucu kita?

“The foundation stones for a balanced success are honesty, character, integrity, faith, love and loyalty.” Zig Ziglar


*Diteruskan kembali oleh Said Sungkar – Grup WA Kasmaji81 (11/08/2016) dari kamar sebelah (RW by GC – Aug 10, 2016).  

WhatsApp chat