Oleh Ira Sumarah Hartati Kusumastuti
Senja temaram di taman Madukara. Limbuk, Cangik dan para Punakawan sedang bersenda gurau membicarakan suasana menjelang pernikahan Abimanyu dan Dewi Siti Sendari.
Limbuk : “Mak, sebenarnya itu ada apa, to ? Jeng Ayu Siti Sendari itu kalau disandingkan dengan Raden Abimanyu ya sudah jebles cuocook banget ya Mak, yang satu cantik satunya lagi bagus…kenapa mau dibatalkan?”
Cangik : “Mbuh Nduk, dengar-dengar sih, Prabu Baladewa yang minta pembatalan ini, karena Raden Lesmana Mandrakumara Pangeran Pati Hastinapura, pengin meminang Dewi Siti Sendari…”
Limbuk : “Lah gimana to? Mau meminang putri cantik kok naksir tunangan orang, khan masih banyak yang bebas… lha aku juga masih bebas to Mak…” Continue reading “Abimanyu dan Siti Sendari”

