Harga segelas air kotor

Iskandar Zulkarnain adalah seorang raja besar. Pada hari-hari tertentu beliau belajar thasauf kepada seorang guru spiritualnya (seorang Ulama). Di tengah-tengah asyiknya belajar, beliau merasa haus sekali, maka dipanggilnya pengawal supaya diambilkan satu gelas air putih untuk menghilangkan dahaganya. Mendengar permintaan  Raja itu, sang guru lalu bertanya kepada  raja :

“Maafkan hamba baginda, sebelum saya lanjutkan pelajaran ini, izinkanlah saya ingin bertanya kepada baginda Raja.”
“Oh… ya silahkan,” jawab Raja.
“Begini baginda, saya tadi mendengar kalau baginda minta diambilkan segelas air minim karena sangat  haus sekali?”
“Ya… betul mengapa tiba-tiba saya jadi haus sekali ketika sedang engkau ajari aku?” jawab Raja.
“Pertanyaan saya pendek saja baginda! Misalkan segelas air minum yang engkau inginkan itu tidak ada di kerajaan ini, apa yang baginda lakukan? ”
“Saya akan memerintahkan pasukan saya untuk mencari air minum itu di seluruh kota ini,” jawab Raja.
“Kalau sekiranya tidak didapatkan air minum di seluruh kota ini, apa yang baginda lakukan?”
“Kalau seluruh kota tidak didapatkan, saya akan perintahkan para prajuritku untuk menemukan di negeri ini atau mungkin di pelosok dunia ini, berapapun harganya akan saya bayar,” jawab Raja.
“Misalkan air minum itu sudah Baginda dapatkan dengan susah payah dan mahal, tentunya Baginda akan segera meminumnya karena haus?”
“Oh…. betul saya akan langsung meminumnya karena haus,” Jawab Raja.
“Setelah Baginda minum, apakah Baginda sudah merasa puas?”
“Ya… jelas!” Jawab Raja.
“Air yang Baginda minum itu tentunya beberapa jam kemudian akan dikeluarkan lewat air seni yang banyaknya  tidak lebih dari segelas air minum! Bagaimanakah kalau sekiranya air kotor itu tidak bisa keluar dari tubuh baginda , Apa yang akan engkau perbuat?”
“Wow….. betapa sakitnya itu, dan akan saya panggil dokter untuk mengeluarkan air seni itu,” jawab Raja.
“Seandainya dokter di Kerajaan atau di kota ini tidak bisa mengeluarkan?”
“Akan aku suruh para prajuritku untuk mencari dokter spesialis yang paling pandai di negeri ini untuk mengobatiku,” jawab Raja
“Kalau di negeri ini tidak ada dokter yang mampu mengeluarkan air kotor itu, apa yang Baginda lakukan?”
“Saya akan kerahkan pasukan saya untuk mencari dokter walau pun di ujung dunia pun dan berapa pun biaya akan saya bayar kalau perlu seluruh Kerajaan dan Harta benda yang aku miliki akan saya jual untuk mengeluarkan air kotor ini,”  Jawab Raja.
“Ketahuilah Baginda bahwa harga segelas air kotor yang keluar dari tubuh Baginda ternyata lebih mahal dari harga Kerajaan dan Kekayaan Baginda miliki di negeri, Allah Maha Besar !!
.
Mendengar jawaban itu sang Raja sangat haru, dirinya merasa kecil seperti debu diatas gurun pasir. dan lantas beliau menjawab : “Maha Besar Allah , Engkau Maha Pengasih dan Maha Penyayang, begitu besar Nikmat dan RacmatMu yang Engkau limpahkan kepada hambaMu yang hina ini, Subhanallaah!”

Wassalam!

Airmata Rasulullah saw

posted by : Didit Priatmadji (11 Sept 2008)
.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam”, kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”
“Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.

“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?”, tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.
“Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril.

Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. “Engkau tidak senang mendengar khabar ini?”, tanya Jibril lagi.
“Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”
“Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: “Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.

“Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
“Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” tanya Rasulullah pada malaikat pengantar wahyu itu.
“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril.

Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.
“Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.”
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku” (peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu).

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.

“Ummatii,ummatii,ummatiii!” – “Umatku, umatku, umatku”

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita. Maka kita dianjurkan memperbanyak Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW agar kelak di yaumil akhir kita mendapatkan syafaat dari beliau.  Saat dimana semua nabi mulai Nabi Adam a.s. sampai Nabi Isa a.s. sudah “angkat tangan” ketika sekumpulan manusia mendatangi mereka untuk minta syafaat karena murka Allah yang luar biasa.

.

Cerita lengkapnya? Gus Mus yang lebih pandai menceritakan….

Kue coklat, kuning, putih…

Ibnu Abbas bukan cuma seorang yang pandai dan cerdik, tetapi juga tampan. Banyak gadis tergila-gila padanya. Namun, dia hanya ingin beristri wanita salihah. Allah mengabulkan keinginannya.

Pada suatu hari, istrinya diajak bersilaturahmi ke semua kerabat dan handai taulan. Tetapi, orang-orang, terutama kaum lelaki, selalu lebih melirik pada sang istri ketimbang Ibnu Abbas.

Continue reading “Kue coklat, kuning, putih…”

WhatsApp chat